Dimas Diajeng Kota Jogia 2017 Tetap Berfokus Pada Pelestarian Budaya Dan Pariwisata

AgendakuID (21/07/17), Pemilihan Dimas Diajeng Kota Jogia 2017 memiliki misi untuk mengajak dan melibatkan kaum muda dalam bidang pariwisata dan budaya sekaligus untuk membangun karakter generasi muda yang meliputi, Sawiji yang berarti konsentrasi tinggi atau penjiwaan total, Greget yang berarti semanga tanpa aksi kasar, Sengguh yang berarti penuh percaya diri namun rendah hati, dan ora Mingkuh yang Berarti pantang mundur dan disiplin diri, hal yang sesuai dengan semangat yang diusung oleh Paguyuban Dimas Diajeng Jogja yaitu Muda, Dinamis dan Berbudaya.

Kegiatan yang dilaksanakan setiap 2 tahun sekali dan hingga kini masih berlangsung. Pemilihan Dimas Diajeng bukan pemilihan untuk menentukan generasi muda yang hanya bertugas mempromosikan pariwisata, namun disisi lain para Dimas dan Diajeng yang terpilih sejak menjadi finalis otomatis tergabung dalam Paguyuban Dimas Diajeng Jogja yang menjadi bagian dari pemerintah untuk melaksanakan program guna memajukan kota Yogyakarta melalui pariwisata.

Pada tahun ini Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan Paguyuban Dimas Diajeng Jogja memiliki metode baru dalam melakukan seleksi, jika ditahun sebelumnya menggunakan seleksi berkas. Tahun di ajang live audisi di Jogja Kreatif Car Free Day dengan menampilkan bakatnya. Setelah proses live audisi, peserta mengikuti tes psikologi dan wawancara dengan juri antara lain Drs. Ahmad Charris Zubair (bidang kebudayaan), Meika Hazim (bidang public speaking dan media), Dr. Indria Laksmi Gamayanti M.Psi Psi dari Lembaga Pengembangan Diri Kemuning Kembar (bidang Psikologi), dan Hangga Fathana, SIP, Bunt St. MA (Pengetahuan dan Bahasa asing) , Edwin (Bidang Pariwisata). Dari tahap ini pada akhirnya terpilih 30 finalis Dimas dan Diajeng kota Jogja 2017.

Tidak hanya bekal materi terkait pariwisata, para finalis juga dibekali materi mengenai karakter berbasis budaya jawa, wawasan pemerintahan dan tugas dimas diajeng serta public speaking. Finalis juga diberikan Kesempatan untuk membuat program sosial budaya Niwasana Jumputan (20/5) di Kampung Tahunan. Melalui konsep jelajah kampung wisata dalam kuliner kuliner, kerajinanan tangan, batik jumputan dan wayang. Selain itu finalis juga diberikan kesempatan dengan seniman lokal dalam pertunjukkan teater kolaborasi dengan lakon Wijaya Wijayanti (15/07) di Gedung Societet Taman Budaya yang bekeria sama dengan Sekar Rahina Sari selaku koreografer, Sodiq Sudiarti selaku penulis naskah sekaligus sutradara, Farindon Reska Jenar selaku komposer dan juga bintang tamu dari Sanggar Seni Kinanti Sekar dan Kijing dan The Black Mamba.

Dalam proses karantina selunh finalis akan mengikuti berbagai kegiatan, seperti pembekalan mengenai Personal Branding, English Tourism, Creative Event dan Media Relation, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris untuk Public Speaking, Penugasan Dimas Diajeng, Gala Dinner, penjurian tahap akhir dan persiapan pertunjukkan pada malam Grand Final yang akan diselenggarakan pada Minggu 23 Juli 2017 di Pagelaran Kraton Yogyakarta.

You May Also Like